Apakah Siswa Sudah Benar Memahami Tanggung Jawab Belajar?

Masih sekitar serba-serbi kendaraan. Awalnya saya telah menulis artikel-artikel mesin slot terpercaya otomotif yang mengulas mengenai perawatan simpel tetapi penting untuk mobil anda. Kenapa saya angkat jadi sebuah artikel untuk diedarkan? Karena yang simpel itu kadang lepas dari perhatian. Jika belum membacanya, sila click link di bawah.

Jauhi pemakaian sabun dan shampo untuk cairan wiper mobil anda

Ingat, mobil telah tak perlu dipanasi kembali

Telah musim penghujan janganlah lupa check wiper mobil anda

Nah, kesempatan ini juga saya akan mengulas topik simpel mengenai sikap mengemudi yang kadang orang masih salah mengerti. Ya, topik yang saya tujuan ialah sikap pengendara yang menghidupkan lampu hazard saat mengemudi ketika hujan.

Lampu hazard biasa kita mengenal sebagai lampu tanda bahaya. Bukan hanya ada di mobil saja, beberapa motor keluaran terkini juga sediakan feature ini dalam kendaraan.

Untuk anda yang mempunyai rutinitas ini kemungkinan anda memikir jika menghidupkan lampu hazard saat hujan turun itu untuk memberi tanda untuk kendaraan ada di belakang anda. Apa lagi di tengah-tengah keadaan hujan lebat saat jarak pandang kemungkinan terusik. Tetapi rupanya hal tersebut tidak dibetulkan. Tidak ada urgensinya menghidupkan lampu hazard itu.

Menghidupkan lampu hazard malah mempunyai potensi mencelakakan keselamatan mengemudi. Terutamanya untuk kendaraan yang ada di belakang kita. Mengapa begitu? Kedipan lampu hazard akan membuat pupil mata pengendara ada di belakang kita akan bergerak turun naik. Ini mengakibatkan keadaan mata jadi cepat capek. Kecapekan ini akan membuat fokus mengemudi turun dan bisa mempunyai potensi berpengaruh pada berlangsungnya kecelakaan.

Sama seperti saat anda sedang berkendara lalu menyaksikan lampu sirine polisi di saat malam. Tidak nyaman kan? Karena itu benar-benar tidak dianjurkan untuk menghidupkan lampu tanda bahaya.

Kapan lampu hazard dipakai?

Pemakaian lampu hazard sesungguhnya telah ditata dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 121.

Ajining diri dumunung aneng lathi (kualitas diri seorang tercermin lewat ucapannya). Orang Tehnik yang jatuh hati dengan sastra ialah saya

Seterusnya

Tutup

error: Content is protected !!