Dauroh Janaiz, Begini Tata Cara Pengurusan Jenazah

Training pengurusan mayat/dauroh janaiz yang diselenggarakan RKM (Rukun Kematian Warga) RW 007 dan DKM (Dewan Kemakmuran Mushola) Al-Ihsan Permata agen bola online Depok — daerah rumah saya, ini dilaksanakan saat sebelum Covid-19 menyebar.

Seingat saya mendekati tahun akhir 2019 dan saat sebelum saya tergabung dengan Kompasiana pada Mei 2020. Kebenaran, saya kembali beres-beres galeri photo di ponsel saya. Ya telah, sekaligus saja yang ingin membuat tulisannya. Mumpung catatannya masihlah ada.

Apa rekan-rekan telah ada yang mengikut training pengurusan mayat? Untuk yang masih belum, kemungkinan tulisan saya ini dapat memberi sedikit kisah bagaimana kita mengurusi mayat. Kira saja belajar kehidupan dan kematian dari yang mati.


Document individu Penerapan aktivitas pengurusan ini cuman satu hari saja. Dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Kebenaran jarak rumah saya dan mushola dekat. Cuman memiliki jarak 5 rumah. Jika dihitung cara, kemungkinan tidak sampai 50 langkah kaki.

Saya semangat mengikut training ini karena sepanjang umur saya memang tidak pernah mengikut dan tidak pernah mengurusi mayat siapa saja.

Terkecuali sebatas memandikan mayat, lebih persisnya sekedar hanya mencuci saat ibu teman dekat saya wafat, itu juga tanpa sentuh mayat. Atau mengantarkan mayat ke pusara dan melihatnya dipendam.

Peserta yang datang dalam training ini agak banyak. Ada lebih dari 100 peserta datang. Dituruti oleh peserta wanita dan pria, dengan ruangan yang terpisah. Dari training ini dan setel pahami pengetahuan pengurusan mayat nanti saya harap dapat diterapkan di kehidupan dalam masyarakat.

Minimum dapat saya kerjakan saat ada saudara paling dekat wafat. Dibanding memberikan pengurusan ke seseorang, paling utama saudara-saudara semahram yang melakukan. Bila diurusi saudara sendiri ditanggung tulus dan penuh kasih sayang. Bukan, demikian?

Seperti seperti orang hidup, sang mayit mempunyai rasa malu. Mereka yang wafat tentu tidak ingin tersingkap nodanya karena dimandikan oleh seseorang. Apa lagi, jadi tontonan tetangga atau lingkungan.

Berikut, urgensi mayat dimandikan oleh famili yang mempunyai mahram. Mayat pria yang mengurusi saudara-saudara yang pria. Kebalikannya, bila yang wafat wanita, ibu, beberapa anak, atau saudara-saudara wanita yang mengurusinya.

error: Content is protected !!