ICC Menyelidiki Kejahatan Perang Israel, Netanyahu Ngamuk

ICC akan buka penyidikan resmi pada sangkaan kejahatan perang Israel di Pinggir Barat, Yerusalem Timur, dan Lajur Gaza

International Criminal Court (ICC) Pengadilan pidana internasional yang bertempat di Den Haag, umumkan jika pengadilannya mempunyai yurisdiksi teritorial untuk menyelidik sangkaan kejahatan perang yang dilaksanakan Israel pada Palestina semenjak 1967.

Beskal Khusus ICC Fatou Bensouda seperti dijutip dari kompas.com, mengatakan jika penyidikan tidak ambil sikap pada perselisihan tepian Israel-Palestina., tetapi untuk buka penyidikan resmi pada sangkaan kejahatan perang di Pinggir Barat, Yerusalem Timur, dan Lajur Gaza yang ditempati Israel.

Sangkaan pembunuhan Israel pada banyak anak saat demo di tepian Gaza

Penyidikan itu mencakup kejadian yang terjadi sepanjang perang Gaza 2014 di antara Israel dan Hamas, dan sangkaan pembunuhan oleh tentara Israel pada lebih dari 200 masyarakat Palestina, terhitung lebih dari 40 beberapa anak saat demo di sejauh tepian Gaza, dan kejahatan perang Israel saat mengalihkan masyarakat sipilnya ke Pinggir Barat untuk tinggal di pemukiman, walau sebenarnya sesudah Perang Dunia II hal itu dilarang oleh pakta Jenewa.

Penyidikan dilaksanakan karena Palestina mempunyai “hak untuk diberlakukan sebagai faksi negara lain” dalam undang-undang ICC.

Benjamin Netanyahu meradang

Karena keinginan ICC untuk menyelidik kejahatan perang itu, Pertama Menteri Israel Benjamin Netanyahu meradang dan menyumpah keputusan dengan menudung ICC sebagai tubuh politik, dan bukan instansi peradilan, apa lagi Israel bukan anggota ICC.

Diambil dari bahkan juga Netanyahu mengatakan ancaman pada pengadilan. ICC dan beberapa orang yang bekerja untuk penyidikan kejahatan perang di Palestina yang ditempati Israel.

Beberapa lalu saat sebelum lengser, pemerintah Donald Trump sempat juga memakai strategi ancaman sama. Suntuk memblok penyidikan ICC atas sikap pasukan AS di Afghanistan.

Sedang pemerintah Joe Biden lewat Jubir Departemen Luar Negeri AS, Ned Price menjelaskan mempunyai. Skecemasan tingkat tinggi atas keputusan ICC, tetapi masih mengevaluasi ancaman itu.

Walaupun seperti apa saja, walau Israel belum tanda-tangani kesepakatan internasional. Stetapi karena amanat ICC untuk menuntut orang, bukan negara, terhitung mereka. Syang dari negara yang tidak menandatangi kesepakatan, karena itu seharusnya. Israel tidak menghindari dari penyidikan itu, beranikah Israel,? dunia sedang menanti.

error: Content is protected !!