Kena Pajak atau Tidak, Kita Semua Butuh Pulsa

Disaksikan dari kacamata pemerintahan, Pajak Pulsa (seterusnya dicatat PP), benar-benar gagasan yang cemerlang. Sebenarnya, selengkapnya ruangan cakupannya ialah “Pajak Bertambahnya Nilai dan Pajak Pendapatan” atas pulsa, kartu pertama, token listrik dan voucher.

Tetapi, tulisan ini lebih konsentrasi pada PP, karena ini tentu hampir menyentuh semua kita. Seperti apakah Slot QQ Online nanti PP akan memengaruhi sikap warga dalam beli dan memakai pulsa, memikat buat dilihat. Tetapi, kalaulah ada dampaknya, diperhitungkan tidak berarti.

Selama ini, ada dua opini yang muncul di mass media terkait dengan proses pengambilan PP.

Pertama, yang terserang PP bukan customer langsung, tetapi faksi sebagai mediator pemasaran pulsa.

Misalnya, seorang isi pulsa di ATM sebuah bank sebesar Rp 100.000, tetapi rekeningnya terdebet Rp 103.000. Nah Rp 3.000 adalah fee based penghasilan (FBI) untuk faksi bank, atau faksi yang lain jadi mediator perdagangan pulsa. Nah, yang Rp 3.000 itu akan dipajaki. Karena itu, yang menyusut ialah keuntungan untuk bank pemilik ATM

Ke-2 , PP akan menyebabkan peningkatan jumlah yang perlu dibayar customer. Sebagai kelanjutan contoh di atas, jika awalnya customer harus bayar 103.000, karena itu saat ini jadi Rp 103.300, di mana Rp 300 nanti disetorkan ke negara sebagai PP. Terang, bila skema ini yang terjadi, karena itu secara jadi langsung memberatkan rakyat.

Mengapa sampai membawa-bawa nama rakyat? Ya, karenanya barusan, pulsa sudah hampir menyentuh semua warga. Dari anak SD sampai kakek-nenek saat ini kerjanya main hape selalu. Maksudnya dimulai dari untuk belajar, bekerja, jualan, turut melihat content pengajian, menebar hoax, melihat gambar porno, kampanye politik, dan bermacam hal yang lain.

Contoh (Dok. detik.com/Mindra Purnomo) Memang, tidak seluruhnya memiliki sifat negatif. Yang karakternya untuk belajar, bekerja, berdagang, atau hal produktif yang lain, dengan kontribusi hape, makin lebih efektif dan hasil yang diraih semakin banyak.

Tetapi, pada umumnya, karena hape rupanya dapat datangkan rasa suka, banyak ahli yang mengingati supaya warga tidak habiskan waktunya bermain gawai. Soalnya, akan melawan produktif, hingga seorang yang semestinya bekerja atau belajar, terbuai untuk sebatas bermain dengan gawainya.

error: Content is protected !!