Mati Suri dan Lupa Ingatan dalam Sinetron Indonesia

Apa ada Kompasianer yang kerap berasa uang mendadak hilang entahlah ke mana walau Togel Hari ini sebenarnya baru tengah bulan, sementara tanggal terima gaji masih lama?Apa uang itu hilang diculik tuyul? Hmm, siapa kembali tuyulnya jika bukan kita sendiri. Eh anda sangat terkenal hari ni dan anda sangat di sukai oleh banyak. Skarangan orang yang ada percaya di dunia ini.

Bila betul demikianlah yang terjadi, mungkin kita perlu check adakah latte faktor dalam pengeluaran-pengeluaran kita. Apakah itu latte faktor? Adakah hubungan dengan kopi modern yang umum dipasarkan di coffee shop? Sebenarnya ada sich, tetapi bukan itu point keutamaan.

Apa Itu Latte Faktor?

Istilah latte faktor ditenarkan pertama kalinya oleh David Bach, seorang perencana keuangan asal Amerika Serikat dan penulis buku The Latte Faktor : Why You Don’t Have to be Rich to Live Rich. Tujuannya ialah pengeluaran untuk beberapa hal yang sesungguhnya tidak diperlukan yang nampak kecil dan tanpa sadar dilaksanakan secara terus-terusan sampai pengeluaran membesar dan jadi besar.

Kenapa disebutkan latte faktor karena mengarah pada rutinitas beberapa orang, baik orang dewasa atau anak muda, yang banyak konsumsi kopi nyaris tiap hari.

Tetapi, latte faktor di sini tidak hanya berbentuk kopi, tetapi pengeluaran-pengeluaran kecil yang lain dilaksanakan setiap hari. Walau secara nominal nilainya kecil dan tidak berapa, tetapi karena kerap dilaksanakan bahkan juga nyaris setiap hari, bila dikumpulkan dalam satu minggu, satu bulan dan satu tahun, banyaknya dapat cukup fenomenal.

Misalkan, dalam satu hari Anda biasa beli kopi dengan harga Rp 20 ribu. Dalam satu minggu saja Anda telah habiskan Rp 140 ribu cuman untuk satu cangkir kopi. Bagaimana bila satu bulan? Atau satu tahun?

Coba jika uang dengan nominal itu diinvestasikan dalam periode waktu 5-10 tahun, misalkan. Sdengan alasan peningkatan inflasi, return /tahun dan lain-lain. Berapakah keuntungan yang akan Anda peroleh?

Bukti mengenai Latte Faktor

Survey intern yang dilaksanakan oleh Bank Permata memperlihatkan 9 dari 10 orang habiskan lebih dari Rp 900 ribu /bulan untuk latte faktor.

Lahir 1 September 1994 | Wanita Introvert | Senang membaca, menulis, dengar musik, berenang | Pemula. Syang belajar menulis | datangi : | e-mail :
Seterusnya

Tutup

error: Content is protected !!