Menilik Gaya Crazy Rich +62 “Bakar Uang”, Apa Itu Pandemi?

Dari yang umum, J. Robert Oppenheimer, menjelma jadi salah seseorang agen togel indonesia yang mempunyai peran besar dalam jatuhnya beberapa korban di perang dunia ke-2 .

Oppenheimer berspesialisasi dalam fisika teoretis. Kecerdasannya mengantarnya lulus dari Harvard, jadi profesor di UC Berkeley, dan bekerja di Princeton dan Caltech.

2 bulan saat sebelum Amerika Serikat ikut dalam perang dunia ke-2 , Franklin D. Roosevelt menyepakati project peningkatan bom nuklir. Nama Oppenheimer masuk sesudah ketua National Defense Research Committee, James B. Conant, yang adalah salah satunya dosen Oppenheimer di Harvard, mengundangnya untuk menggantikan pekerjaan untuk penghitungan neutron cepat.

Di tahun 1942, walau ada pertentangan dari faksi lain, Oppenheimer terima keyakinan menjadi pimpinan project Manhattan—sebuah project untuk bikin bom nuklir pertama di dunia.

Project itu ibarat tidak mungkin ingat tehnologi yang masih belum maju. Maknanya, beberapa periset harus memercayakan teori murni untuk membuatnya. Dari pagi sampai lanjut ke pagi, Oppenheimer bekerja dengan teamnya supaya bisa membuat bom itu bisa lebih cepat dari Jerman yang usaha membuat perusak sama.

Pada 16 Juli 1945, untuk pertamanya kali dalam riwayat dunia, bom nuklir sukses dibuat oleh beberapa periset Amerika. Mereka selanjutnya lakukan eksperimen bom di Alamogordo, New Mexico, yang lebih dikenali dengan Trinity—yang adalah nama code ledakan pertama nuklir.

Booommmm! Sebuah ledakan berupa jamur jadi saksi kesuksesan Oppenheimer dalam pimpin project Manhattan. Kemudian, dunia mengenalinya sebagai father of the atomic bomb.

Bom Nuklir Pertama / theatlantic.com

Narasi itu selanjutnya buka helaian baru yang tak pernah dirasa Oppenheimer awalnya.

Ketika melihat ledakan itu, Oppenheimer terpikir dua ayat Bhagavad Gita yang menggambarkan dua hatinya yang konflik.- Divi srya-sahasrasya bhaved yugapad utthit yadi bh sad s syd bhsas tasya mahmana. (Bila sinaran seribu matahari meledak secara bertepatan ke langit, itu bakal jadi keelokan yang gagah.)

  • Klo’smi lokakayaktpravddho loknsamhartumiha pravtta. (Saya jadi maut, perusak dunia.)

Ayat pertama memang memvisualisasikan kebanggaannya karena sukses, tapi ayat ke-2 ialah penyesalan riil yang tidak dapat ia tolak. Dua hati itu mengobrak-abrik hati dan pemikirannya. Hati yang mana jadi juara diterangkan Oppenheimer dalam kesaksiannya di tayangan tv di tahun 1965.

error: Content is protected !!