Ikut Program KB, Kok Masih Kebobolan?

Dunia kesehatan wanita memang kompleks. Ada yang ingin selekasnya punyai anak, ada juga yang takut kecolongan karena anak masih kecil-kecil. Ada yang ambil langkah mudah dengan turut KB dengan menggunakan macam opsi kontrasepsi.

Semua balik ke niat dan kesanggupan plus risiko yang diambil. Bukan rahasia bila menggunakan kontrasepsi hormonal beberapa golongan udara alami bermacam keluh kesah, mulai dari kegemukan, Haid tidak lancar, pendarahan, dan lain-lain. KB non hormonal seperti IUD dan susuk bukan tidak berefek, mulai dari risiko pendarahan, IUD yang raib alias terlepas. Untuk sebagian wanita yang tidak berani menggunakan alat kontrasepsi cenderung pilih pilihan lain, yaitu KB alami.

Lalu amankah bila kita pilih KB alami? Yok baca di artikel kesempatan ini penjelasannya.

Di ucapkan KB alami karena tidak memakai alat kontrasepsi. Dari coitus interuptus (Sperma dikeluarkan di luar), KB dengan tutorial kalender, awasi temperatur badan, masih menyusui bayi(ASI Ekslusif), sampai mengawasi lendir serviks.

Banyak yang keliru kaprah dalam mendefinisikan KB alami saat menyusui bayi. Asi terbatas ialah penghalang keluarnya hormon progesteron yang mana adalah hormon pengontrol kesuburan kandungan. Tetapi berharap dikenang banyak hal berikut ini;

  1. Bayi masih asi terbatas tapi ibunya telah kembali mendapatkan menstruasi automatis tidak masuk kelompok kembali. Alias telah kembali subur.
  2. Bayi masih ASIX, tapi menyusuinya jarang-jarang. Contoh lebih dari 4 jam. Khususnya dalam kasus Pumping atau asi perah.

GRID.ID Lalu dari demikian KB alami yang cukup baik dengan mengawasi lendir serviks. Mukosa atau lendir ialah ciri-ciri diimana wanita sedang subur. Lendir serviks ini lebih kental dan plastis hingga baru dapat putus sesudah ditarik 30cm. Umumnya sistem simpel dengan memeriksa dibentangkan lendir antara jemari tengah dan ibu jemari.

Bagaimana dengan mekanisme kalender alias hitung periode subur?

Nah periode subur sendiri terjadi di hari ke-14 saat sebelum haid mendatang dalam transisi haid, maka memang cukup harus berhati-hati karena kita tidak paham persisnya tanggal itu.

error: Content is protected !!