Niat Menulis supaya Bahagia, Malah Makan Hati

JIKA sesudah Anda menulis lalu ada suatu hal yang memberati kepala Anda, seperti keinginan ingin tulisan dibaca oleh beberapa orang, lalu Anda sedih pada saat keinginan itu tidak tercukupi, waktu itu Anda sedang “korsleting”. [/H3]

Pikirkan Anda seorang pelajar SMP yang lucu-lucunya, yang menulis dengan hati ria setiap hari, yang habis-habisan tingkatkan kualitas tulisan, yang keinginan menyaksikan tulisannya terpampang di koran melewati nafsu petinju yang ingin membabat rivalnya dalam sekali tonjok, lalu tiap minggu dia kirim kreasinya tanpa mengenal capek.

Pikirkan bagaimana hatinya saat setiap bulan terima surat penampikan pemuatan kreasi, tapi dia lagi menulis dan masih mengirim kreasinya, sementara faksi media bikin bersikeras kembalikan kreasi itu, demikian lagi sampai satu tahun, 2 tahun, 3 tahun, malah sampai 12 tahun.

Lantas, saat tulisan pertama agen bola online terpercaya kalinya termuat di halaman empat sebuah koran yang populer menyeramkan dan sulit ditembus, dia naik kegirangan.

Pikirkan bila Anda yang alami “perjalanan kepengarangan pelajar itu” saat ini, sekarang ini, ini hari. Smengambil contoh simpel saja tulisan di Kompasiana yang tak perlu proses kurasi dapat tampil. Bandingkan periode 12 tahun sang pelajar SMP itu mengincar mimpi sama kita, ini hari, yang cukup catat, upload, dan tayanglah.

Pikirkan kembali alangkah. Skecewanya kita ketika baru satu tahun, 2 tahun, atau 3 tahun di flat K. Sselanjutnya menggerunyam tidak keruan, mendongkol 1/2 sanggups. Smengomel-ngomel selama seharian karena tanpa cap “Opsi” di artikel kita. Walau sebenarnya, itu bukan surat dari redaktur koran yang berisi penampikan.

Remaja tanggung itu alami periode awalnya penampikan sepanjang 3 tahun saat SMP. 3 tahun. Dia masih muda untuk memikul beban penampikan. Lain dengan kita yang rerata telah kuliah, usai kuliah, bahkan juga telah tuwir seperti saya, Engkong Felix, Babe Hensa. SPaman Ketut Suweca, atau Abah Jepe.

Di titik semacam itu, kita perlu mendaras ulangi niat menulis.

error: Content is protected !!