Surat untuk Pak Lurah

Masyarakat daerah Kocar Kacir ramai. Sensasi itu bukan lantaran ada masyarakat yang terkena Covid-19. Atau karena ada masyarakat yang diamankan aparatur karena turut serta pergerakan teroris. Sensasi itu didasari ada sepucuk surat dari anak siswa SD Daerah untuk Pak Lurah. Surat itu bocor ke khalayak Daerah Kocar Kacir. Entahlah siapakah yang membocorkannya. masyarakat tidak ada yang mengetahui.

Dan semua masyarakat daerah mengulas mengenai surat murid SD itu. Tiap hari, cuman masalah surat anak SD itu yang dibicarakan masyarakat di ruangan khalayak. Seakan-akan dengan mengulas mengenai surat, beberapa masyarakat seolah-olah lepas untuk beberapa waktu dari sulitnya kehidupan sekarang yang menimpa mereka. Seakan-akan dengan membicarakan surat itu sama-sama mereka, berat hidup untuk kian waktu lepas dari bahu mereka, beberapa masyarakat daerah.

” Beraninya anak SD itu mengirimi surat untuk Pak Lurah,” tutur seorang masyarakat daerah saat mereka sedang bergabung di warkop Mbok Iyem.

” Anak siapa sich ia,” bertanya seorang masyarakat.

” Ini bukanlah masalah anak siapa. Tetapi keberaniannya yang pantas kita puji. Kita saja yang pilih Pak Lurah saat Pilkades lalu, tidak berani mengirim surat untuk Pak Lurah,” celetuk masyarakat lainnya.

” Lho, memangnya salah mengirimi surat untuk Pak Lurah? Kalian ini ada saja. masyarakat mengirimi surat ke pimpinan Dusun kok kalian permasalahkan. Ada saja kalian ini,” ungkapkan seorang masyarakat yang lain.

Dengar cerita itu beberapa masyarakat termenung. Mulut mereka membisu. Terkunci dengan sangat dekat. Siang itu, mendadak, beberapa pengunjung dan pencinta kopi yang kongkow-kongkow di Warkop Mbok Iyem mendadak hening. Tidak ada cerita. Benar-benar tidak ada.

Nama siswa SD yang mengirimi surat ke Pak Lurah, sekarang jadi trending. Namanya booming. Anak SD itu juga dicari masyarakat. Mereka beri pujian keberaniannya. Beberapa masyarakat memandang sebagai pahlawan. Beberapa masyarakat daerah berebut untuk selfi bersama siswa SD itu. Tiap hari, beberapa masyarakat ikhlas menanti di muka SD tempat siswa itu belajar hanya sekedar untuk menyaksikannya. Dan jika ada peluang, selfi bersama. Tidak salah, photo bersama anak SD itu jadi photo status beberapa masyarakat daerah di beberapa media. Dimulai dari smartphone sampai sosmed.

error: Content is protected !!