Kenapa Lagu Kritik akan Selalu Abadi?

Sebagai warganegara yang lahir, besar dan cari nafkah di Indonesia, kita harus senang tinggal di negara ini sebagai negara demokrasi paling besar dalam jumlah warga lebih dari 280 juta jiwa ditahun 2020 paling besar ke-4 di dunia sesudah China, India dan Amerika.

Dan sebagai negara demokrasi yang junjung kebebasan berekpresi mengatakan opini warga pada kepimpinan penguasa, Negara kita juga moderat dan sarat dengan seni karena banyak kritikan yang terbentuk melalui lagu lagu yang dicatat oleh beberapa aktris dan orang biasa-biasa saja yang menjadi ngetop dan populer karena isi lagunya benar-benar sesuai kenyataan dengan fakta hidup yang dirasakan rakyat saat jalani hidup bernegara , karena seni selingan berbentuk lagu dapat dicicipi semua kelompok.

Untuk masalah kritikan sosial kita sebutlah saja nama Iwan Fals dan Group Musik Slank yang lirik lagunya penuh. Skritik sosial dan mempunyai simpatisan fanatik, Surat Untuk Wakil Rakyat dari Iwan.

Tetapi ada lagu lama yang cukup mengelitikku dan sesuai informasi berita masalah kolusi dan korupsi di. Santara penguasa dan pebisnis yang kerap jadi tren topic seperti informasi kabur dan ketangkapnya koruptor namanya Djoko Chandra yang ditolong Pelaku. SSJenderal berpakaian coklat dan rupanya mengikutsertakan Beskal Elok namanya Pinangki yang bersuamikan petinggi polisi juga, Dan menariknya lagu itu. Smasih berkaitan dengan keadaan saat ini dicatat dan dinyanyikan sendiri dengan. Sseorang bekas narapidana di Lapas Gorontalo masalah ceritanya jalani hukuman.

Dan narasi mengenai lirik yang dicatat oleh Bona itu masih sesuai kenyataan keadaan Negara kita yang .tSelah jadi rahasia, membuat sinis dan senyuman warga kecil dan merah beberapa. Spenguasa walaupun mereka pun tidak dapat menyanggah keadaan dan fakta yang ada.

error: Content is protected !!